Naskah Drama Cerita Rakyat Sangkuriang



Cerita legenda Sangkuriang merupakan salah satu cerita legenda yang sangat familiar di masyarakat Indonesia. Cerita legenda Sangkuriang mengisahkan seorang anak bernama Jaka Sona dan Ibunya, nyi Larasati.

Nyi Larasati sebenarnya adalah seorang puteri kerajaan, namun dia kemudian diusir dari istanah karena perbuatannya yang hamil diluar pernikahan. Nyi Larasati kemudian melahirkan seorang anak bernama Jaka Sona yang ia besarkan disebuah desa kecil.

Karena saking familiarnya cerita Sangkuriang, cerita lagenda yang satu ini pun sering digunakan dalam pertontonan drama. Dan bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh naskah drama Sangkuriang, berikut ini contohnya.

Deskripsi Drama

Judul: Sangkuriang
Tema: Kehidupan dan Cinta
Penokohan:
1. Nyi Larasati (Ibu Sangkuriang)
2. Sangkuriang
3. Orang Kerajaan

Sinopsis Drama Sangkuriang

Jaka Sona alias Sangkuriang hidup disebuah desa kecil bersama Ibu dan seekir anjing yang tidak lain adalah wuduj ayahnya. Ayah Sangkuriang berubah wujud menjadi seekor anjing lantaran mendapat kutukan dari seorang raja yang tidak lain adalah ayahanda nyi Larasati (ibu Jaka Sona).

Pada suatu ketika ibu Jaka Sona menginginkan hati rusa, lalu Jaka Sona pun berangkat bersama anjingnya untuk menangkap rusa dengan bersenjatakan panah. Namun, disaat sedang membidik rusa dengan menggunakan panah, yang terpanah justru anjingnya. Jaka Sona pun mengambil hati anjing tersebut karena anjing tersebut memintanya.

Naskah Drama Gunung Tangkuban Perahu (Sangkuriang)

Jaka Sona pun membawakan hati anjing tersebut kepada ibunya.

Ibu:
Kamu berhasil menangkap rusa itu nak, kamu membawa hatinya untuk ibu?

Jaka Sona hanya terdiam dan terlihat sangat sedih... Jaka Sona kemudian menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Jak Sona:
Maaf Ibu, itu hati anjing peliharaan kita.

Ibu Jaka Sona seketika marah besar dan memukul Jaka Sona, dan ibunya pun mengusirnya.

Ibu:
Kurang ajar kamu, kamu anak tak tahu diuntung. Pergi kamu dari rumah ini...

Jaka Sona pun pergi dari rumah. Pada malam hari kejadian itu, hujan mengguyur kampung. Ibu Jaka Sona terbangun dari tidur, dan berusaha mencari keberadaan Jaka Sona, namun ia tidak menemukan anaknya.

Ibu:
Jaka... Jaka... Jaka Sona...

Ibu Jaka Sona terlihat menangis kepedihan.

Jaka Sona akhirnya tersasar disebuah goa. Di goa itu Jaka Sona dipanggil oleh suara yang tidak terlihat wujudnya.

Suara:
Wahai anak manusia.. kamu akan menjadi manusia sakti, dan kamu punya tanggung jawab untuk menolong banyak orang diluar sana.

Jaka Sona pun berada di goa itu dan mengasah kemampuannya dalam bertarung. Setelah itu, Jaka Sona akhirnya dinyatakan sudah lulus, dan sudah menjadi orang sakti. Suara itu memberi nama Jaka Sona menjadi Sangkuriang.

Suara:
Wahai anak manusia, sekarang kamu sudah kuat dan siap berjuang untuk membela orang-orang kecil. Ditubuhmu sudah tertanam kekuatan. Mulai sekarang namau kamu adalah Sangkuriang. Keluarlah, karena diluar sana kamu sudah ditunggu banyak orang untuk menolong mereka.

Sangkuriang pun keluar dari goa itu.

Setelah keluar dari goa itu, Sangkuriang langsung bertarung dengan orang kerajaan. Dan setelah kejadian itu Sangkuriang menjadi buruan istanah. Pada saat Sangkuriang sedang keletihan di sebuah pesawahan, Sangkuriang bertemu dengan nyi Larasati yang tidak lain adalah ibunya sendiri.

Nyi Larasati:
Kamu siapa? Kamu pasti orang jahat?

Sangkuriang:
Tidak, nyi. Aku Sangkuriang, aku dikejar orang istanah. Tapi aku bukan orang jahat.

Nyi Larasatui pun mengajak Sangkuriang untuk beristirahat dirumahnya.

Setibanya dirumah nyi Larasati, piha kerajaan sedang melakukan penggeledahan rumah warga untuk mencari keberadaan Sangkuriang, namun Sangkuriang tidak ditemukan karena disembunyikan oleh nyi Larasati disebuah ruangan rahasia.

Orang kerajaan:
Kami sedang mencari keberadaan Sangkuriang, apakah dia ada didalam?

Nyi Larasati:
Tidak ada..

Orang kerajaan pun meninggalkan kampung tersebut.

Setelah beberapa lama kenal Nyi Larasati, Sangkuriang pun akhirnya jatuh cinta dengan Nyi Larasati. Disisi lain, Nyi Larasati juga menaruh rasa suka kepada Sangkuriang. Sangkuriang pun menyampaikan niatnya untuk menikahi Nyi Larasati.

Sebelum hubungan mereka berlanjut lebih jauh, akhirnya Nyi Larasati tahu bahwa kesatria yang ingin menikahinya itu tidak lain adalah puteranya sendiri yang ia usir beberapa tahun silam. Hal tersebut terkuak setelah Nyi Larasati mendapati ada luka dibagian kepala Sangkuriang, dan usai menanyakan bekas luka tersebut Sangkuriang pun menceritakan kejadian yang menimpanya dimasa kecialnya.

Nyi Larasati:
Kalau kamu benar-benar seorang kesatria, kenapa ada luka dikepalamu?

Sangkuriang:
Ah.. ini dulu aku dipukul ibuku.

Nyi Larasati semakin yakin bahwa Sangkuriang adalah Jaka Sona.

Nyi Larasati:
Kenapa ibumu memukulmu?

Sangkuriang:
Dulu aku melakukan kesalahan besar, dan ibuku marah sehingga aku dipukul dan diusir dari rumah.

Nyi Larasati semakin bingung, karena Sangkuriang ternyata benar-benar anaknya.

Nyi Larasati akhirnya memberitahu Sangkuriang bahwa dia adalah anaknya sendiri. Namun Sangkuriang enggan mendengarkan dan tetap merencanakan untuk menikahi Nyi Larasati.

Sangkuriang:
Aku akan mempercepat rencana pernikahan kita.

Nyi Larasati:
Bagaimana bisa, aku ini ibumu nak.

Sangkuriang:
Aku tidak percaya, cerita itu hanya sebuah kebetulan. Kamu bukan ibuku.

Sangkuriang terus mendesak untuk menikahi nyi Larasati. Akhirnya, Nyi Larasati menemukan ide. Dia bersedia dinikahi Sangkuriang dengan catatan Sangkuriang bisa membuat sebuah danau dan perahu sebelum langit terang.

Nyi Larasati:
Baiklah kalau begitu, aku akan menerima. Tapi, kamu harus membuat sebuah dana sebelum langit menjadi terang.

Sangkuriang pun menerima syarat yang diberikan nyi Larasati.

Sangkuriang:
Baiklah, aku akan lakukan.

Dengan kesaktian yang dimiliki Sangkuriang, dia hampir bisa menuntaskan persyaratan yang diberikan nyi Larasati. Namun, Nyi Larasati memiliki ide untuk mensiasatinya.

Dengan upaya yang dia lakukan, danau tersebut pun akhirnya belum selesai padahal langit sudah terlihat terang.

Nyi Larasati:
Kamu sudah gagal Sangkuriang.

Sangkuriang:
Aku tidak peduli, pokoknya aku harus menikahi kamu.

Nyi Larasati tetap berusaha untuk menyadarkan Sangkuriang bahwa dia adalah puteranya.

Nyi Larasati:
Aku adalah ibu, sekali lagi kamu memaksaku, maka aku akan sirna untuk selamanya.

Sangkuriang pun tetap memaksa, dan akhirnya Nyi Larasati benar-benar sirna. Dengan hanya tinggal suara, nyi Larasati menyampaikan pesan pada ankanya.

Nyi LarasatI:
Sangkuriang anakku, kamu adalah kestria hebat. Perjuanganmu sudah membuahkan hasil, dan teruslah berjuang untuk menegakkan keadila.

Sangkuriang menangis dan berteriak memanggil ibunya.

Sangkuriang:
Ibu.....


Setelah itu, Sangkuriang menendang perahu yang dibuatnya. Perahu tersebut terlempar jauh, dan menjadi gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Jawa Barat.

Demikian naskah drama Legenda Sangkuriang, semoga bermanfaat. Sebagai catatan, cerita diatas tidak seutuhnya sama persis dengan cerita asilnya. Terdapat beberapa bagian yang saya potong. Dan merujuk pada cerita diatas, naskah drama ini bisa dikategorikan dalam naskah drama percintaan, naskah drama cerita legenda, naskah drama cerita rakyat, naskah drama 3 orang.
loading...

Kumpulan naskah drama » naskahdramapersahabatan.blogspot.com

Post title: Naskah Drama Cerita Rakyat Sangkuriang
Written by: Lika Amalia

Bagi yang ingin co-pas artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Naskah Drama Cerita Rakyat Sangkuriang ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

0 Response to "Naskah Drama Cerita Rakyat Sangkuriang"

Posting Komentar

Silahkan tinggalkam komentar:

- Sopan
- No spam
- No actives link

close